Posts

Menulis, Susah?

Assalamu'alaikum.. Akhir-akhir ini, teman-temanku pada curhat tentang susahnya menulis. Gara-gara banyak tugas menulis kali ya. Huft. Emangnya nulis itu susah ya?? Kalau dilihat dari kegiatannya, menulis, itu kegiatan mudah karena dari kecil kita sudah belajar dan terbiasa "menulis". Tapi sampai sekarang masih aja bingung kalau disuruh nulis sesuatu. Kenapa bisa susah nulis? Terus, cara mengatasinya gimana?  1. Kebanyakan Ide Yup, banyak ide bikin kita bingung, dan akhirnya gak jadi nulis. Tema bebas memang terkadang menjadi angin segar bagi penulis, tapi bisa juga jadi ancaman. Jadi, sebelum nulis, tentukan satu ide yang benar-benar ingin kamu tuangkan dalam tulisanmu. Pastikan ide itu bisa diterima oleh pikiran dan perasaanmu. Menulis tidak hanya menata kata per kata, tapi juga melibatkan pemikiran-pemikiran yang dilandasi oleh suatu perasaan. *tsahhh.. 2. Mikirin Aturan Biasanya, tugas anak kuliahan itu banyak banget aturannya. Semuanya diatur, dari A-Z ...

Mari Bersyukur

Jika mimpimu tak terwujud, bersyukurlah! Karna Tuhan menyiapkan kenyataan yang luar biasa untukmu. Jika kamu kehilangan seseorang yang berarti di hidupmu, bersyukurlah! Karna Tuhan akan mengganti dengan orang-orang baik lainnya. Jika kamu merasakan sakit hati yang luar biasa, bersyukurlah! Karna dari rasa sakit itu kamu merasakan kasih sayang Tuhan. Jika kamu kehilangan benda yang berharga, bersyukurlah! Karna kamu akan melihat kuasa Tuhan untuk umat-Nya yang taat. Jika kamu hanya bisa makan sebiji kurma, bersyukurlah! Karna masih banyak orang yang kelaparan dan tertindas di luar sana. Jika rambutmu kelak memutih, bersyukurlah! Karna Tuhan memberimu nikmat umur panjang. — Rasa sakit, kecewa, dan marah memang manusiawi. Akan tetapi, manusia tak pantas memelihara ketiga rasa itu. Kata "bersyukur" memang mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Jangan mudah mengucap syukur tapi hati tak ikhlas. Karna niat yang tulus selalu berawal dari hati yang ikh...

Jejak Aksara

Berjalan menyusuri pantai. Putihnya pasir serasi dengan birunya pantai. Dua sejoli saling berpegangan. Meninggalkan jejak kaki di setiap jengkal langkah. Pasir yang terinjak, jejak kaki, lalu terhapus. Aku di gubuk paling ujung. Mencari potongan kisah. Sibuk merangkai kata. Buku yang terbuka, goresan tinta, lalu tersimpan. Saat aku lupa akan itu, setidaknya buku ini bisa mengingatkanku.

Diet Manusiawi

Assalamu’alaikum.. Setelah menyelesaikan #februarychallenge, akhirnya kembali lagi ke kandangnya alias balik nge-blog. Buat kalian yang doyan instagram-an, boleh kepoin hasil #februarychallenge-nya di ig: rikanitaa. Ya maaf kalau isinya tidak waow, sini bukan potograper propesional, cuma spammer gak terkenal. Alhamdulillah sekarang udah bulan Maret. Bulannya yang mati-matian diet, Maret=Makin singset. Hahaha.. Semangat ya para pejuang tubuh ideal, inget, diet boleh-boleh aja tapi jangan kalap. Saking pengennya kurus, berhari-hari gak makan apa-apa cuma minum air putih. Kasihan lambung, cyiiin. Gara-gara diet yang gak manusiawi itu, banyak penyakit yang “ngapelin” tubuhmu. Hayo pilih mana, diapelin pacar atau penyakit? Kalau lagi ngumpul sama temen-temen sesama cewek, topik pembicaraan yang tidak pernah absen ya “diet”. Ada yang cerita tentang program dietnya yang berhasil sambil senyum tiga jari mirip iklan pepsoden, ada yang masih ngeluh karena gagal diet sambil nangis dipo...

MERAH

Siang yang begitu panas, membuat kulitnya memerah.             Ah, itu tandanya dia harus berteduh di gubuk merah itu.                         Gubuk merah yang di dalamnya selalu ada minuman merah,                                     Minuman yang entah apa namanya.                                                 Tanpa pikir panjang, dia meneguk minuman merah itu.       ...

Perawatan Dokter Klinik Kecantikan? YES or NO?

Assalamu’alaikum.. Februari!!! Yeiy, sudah masuk bulan kedua nih. Flashback sejenak, yuk. Sudahkah ada peningkatan di bulan Januari kemarin? Sudah? Bagus! Kalau belum, semangat!! Masih ada bulan ini dan 10 bulan lagi untuk mewujudkan resolusimu #eaaaa. Kali ini aku tidak akan memberikan tips atau berbagi tugas, ceritanya mau curhat nih. Mungkin ada yang senasib sepenanggungan dengan aku, kita bisa nangis bareng di rumah masing-masing tapi yaaa. Hahahaa.. Jadi begini, karena aku sudah lama gak menyambangi klinik kecantikan, sampe muka udah jadi kusem, kucel, bruntusan, dan yaa gitulah, aku dan temanku berencana untuk memanjakan diri di salah satu klinik kecantikan ternama di Jogja. Siang-siang yang mendung nan syahdu, kita berdua berjalan penuh harap menuju lobi klinik. Sampai di lobi, kita langsung daftar ke mbak-mbak bagian pendaftaran, lanjut konsul ke dokter mumpung gratis bok. Hahaha. Aku cuma bilang ke dokternya kalau hari itu cuma mau facial dan gak ada keluhan kulit. Dan...