Posts

MUDAHNYA MENULIS

Banyak orang bilang bahwa menulis itu susah. Jangankan menulis, ide saja tak kunjung datang. Orang cenderung menghabiskan waktunya untuk mencari ide yang luar biasa, dengan tujuan agar tulisannya bagus. Menurut saya, semua tulisan itu bagus, asalkan tulisan itu selesai. Dengan kata lain, lengkap dari awal hingga akhir. Masalah selanjutnya, orang cenderung dikuasai oleh rasa malasnya. Ketika sudah malas, tanpa sadar kita mengirim sinyal pada otak kita bahwa ide itu sudah habis, tidak ada lagi yang bisa dituangkan dalam tulisan. Padahal jika kita siap dan mau, rasa malas itu sendiri bisa dijadikan bahan tulisan atau setidaknya jadi pacuan untuk mengawali tulisan. Menulis itu butuh proses. Saat mulai menulis, mulailah dari hal yang sederhana kemudian masuk ke ranah yang lebih kompleks (misal: karya tulis ilmiah).   1. Mulailah dengan pikiranmu Setiap orang pasti punya pemikiran-pemikiran. Sekalipun itu pemikiran yang aneh, tuangkan saja. Pada tahap ini, kita hanya perlu me...

Selepas KKN

Image
Assalamu'alaikum.. Postingan kali ini aku gak akan nulis panjang lebar. Aku bakal nge-share kegiatanku selama KKN yang berdurasi kurang lebih satu bulan. Waktu yang cukup singkat untuk menaklukan hati seseorang, eaakk.. Sebelum ngepoin foto-foto alay bersama teman seperjuangan dan warga desa, kita bahas dulu apa itu KKN. Semua pasti sudah tidak asing lagi dengan "KKN". Yup, KKN singkatan dari Kuliah Kerja Nyantai, eh salah, maksudnya Kuliah Kerja Nyata. Biasanya siklus ini akan dialami oleh maba (mahasiswa bangkotan alias mahasiswa semester tua). Siklus dimana mahasiswa mulai galau, mondar-mandir, ngurus surat-surat/ijin, dan yang pasti begadang, lembur tsayy.. Itulah gambaran singkat KKN. Selama KKN, mahasiswa akan dihadapkan secara langsung dengan kondisi yang ada di masyarakat. Membuat program untuk masyarakat, bersosialisasi dengan masyarakat, gotong-royong, sampai ikut bergabung dalam pemerintahan desa. Susah, senang, sedih, lelah, kesal, rasanya campur aduk. Ta...

Typo, Salah Siapa?

Assalamu'alaikum.. Aku kembali!! Yeiy, akhirnya muncul juga setelah sebulan gak nge-blog. Wkwkwk.. Selamat Lebaran!! Maaf lahir batin yaa :D Di postingan kali ini aku bakal ngomongin soal "typo". Yup, typo adalah salah ketik. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan ini. Bukannya penulis gak tau, melainkan jari-jemari yang lelah yang mengakibatkan typo di sana-sini. Tapi terkadang ada juga typo karna emang gak paham cara nulisnya. Wadaw, harus sering cek kamus nih. Bulan kemarin aku dapat curhat-an dari teman sekelas tentang kebiasaan typo. Singkat cerita, dia punya teman yang sering typo, ngetik apapun pasti typo dimana-mana. Katanya, semua cara sudah dilakukan untuk meminimalisir typo, tapi ujung-ujungnya tetap masih banyak typo. Kalo nulis karya ilmiah kan jadi capek revisi. Terus, solusinya gimana? Nah, ini ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk meminimalisir typo. Fyi, tips ini hasil dari diskusi bersama teman-temanku. Thanks sudah mau berbagi :) ...

Ekstensi Tuh Kayak Gini

Assalamu’alaikum wr.wb. Kamu baru saja lulus kuliah jenjang D3? Langsung kerja? Atau pengen lanjut kuliah S1? Aku hanya bisa berkata, “selamat bergalau ria”. Hahaha. Sama, aku dulu juga sempat galau. Tapi karena aku memikirkan jenjang karir ke depannya, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah jenjang S1.   Di postingan kali ini, aku mau berbagi cerita tentang program ekstensi yang tengah aku jalani saat ini. Mulai dari seleksi, berkas, sampai perkuliahan. Semoga tulisan ini bisa membantu para pejuang ekstensi. Ini program ekstensi D3 Bahasa Jepang, ya. Untuk jurusan lain, silakan cari informasi sendiri. Dimana ada kemauan, di situ pasti ada jalan. FYI, aku lulusan D3 Bahasa Jepang UGM dan sekarang lanjut kuliah di Pendidikan Bahasa Jepang UMY. Program ekstensi sering juga disebut program alih jenjang (D3 lanjut ke-S1). Sejak tahun 2013, program ekstensi di PTN mulai ditiadakan untuk beberapa jurusan. Tapi tenang..PTS masih membuka program ekstensi di banyak juru...

Menulis, Susah?

Assalamu'alaikum.. Akhir-akhir ini, teman-temanku pada curhat tentang susahnya menulis. Gara-gara banyak tugas menulis kali ya. Huft. Emangnya nulis itu susah ya?? Kalau dilihat dari kegiatannya, menulis, itu kegiatan mudah karena dari kecil kita sudah belajar dan terbiasa "menulis". Tapi sampai sekarang masih aja bingung kalau disuruh nulis sesuatu. Kenapa bisa susah nulis? Terus, cara mengatasinya gimana?  1. Kebanyakan Ide Yup, banyak ide bikin kita bingung, dan akhirnya gak jadi nulis. Tema bebas memang terkadang menjadi angin segar bagi penulis, tapi bisa juga jadi ancaman. Jadi, sebelum nulis, tentukan satu ide yang benar-benar ingin kamu tuangkan dalam tulisanmu. Pastikan ide itu bisa diterima oleh pikiran dan perasaanmu. Menulis tidak hanya menata kata per kata, tapi juga melibatkan pemikiran-pemikiran yang dilandasi oleh suatu perasaan. *tsahhh.. 2. Mikirin Aturan Biasanya, tugas anak kuliahan itu banyak banget aturannya. Semuanya diatur, dari A-Z ...

Mari Bersyukur

Jika mimpimu tak terwujud, bersyukurlah! Karna Tuhan menyiapkan kenyataan yang luar biasa untukmu. Jika kamu kehilangan seseorang yang berarti di hidupmu, bersyukurlah! Karna Tuhan akan mengganti dengan orang-orang baik lainnya. Jika kamu merasakan sakit hati yang luar biasa, bersyukurlah! Karna dari rasa sakit itu kamu merasakan kasih sayang Tuhan. Jika kamu kehilangan benda yang berharga, bersyukurlah! Karna kamu akan melihat kuasa Tuhan untuk umat-Nya yang taat. Jika kamu hanya bisa makan sebiji kurma, bersyukurlah! Karna masih banyak orang yang kelaparan dan tertindas di luar sana. Jika rambutmu kelak memutih, bersyukurlah! Karna Tuhan memberimu nikmat umur panjang. — Rasa sakit, kecewa, dan marah memang manusiawi. Akan tetapi, manusia tak pantas memelihara ketiga rasa itu. Kata "bersyukur" memang mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan. Jangan mudah mengucap syukur tapi hati tak ikhlas. Karna niat yang tulus selalu berawal dari hati yang ikh...

Jejak Aksara

Berjalan menyusuri pantai. Putihnya pasir serasi dengan birunya pantai. Dua sejoli saling berpegangan. Meninggalkan jejak kaki di setiap jengkal langkah. Pasir yang terinjak, jejak kaki, lalu terhapus. Aku di gubuk paling ujung. Mencari potongan kisah. Sibuk merangkai kata. Buku yang terbuka, goresan tinta, lalu tersimpan. Saat aku lupa akan itu, setidaknya buku ini bisa mengingatkanku.